Menjaga Nyala Demokrasi di Masa JEDA
Oleh: Edi Susanto
(Anggota KPU Kabupaten Sukamara, Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi)
Menjelang penghujung tahun 2025, suasana di kantor KPU Kabupaten Sukamara mungkin tampak berbeda dari hiruk-pikuk tahun-tahun sebelumnya. Tidak ada antrean pendaftaran calon, tidak ada keriuhan kampanye, dan tidak ada logistik surat suara yang memenuhi gudang. Namun, dalam apa yang disebut publik sebagai "masa non-tahapan" ini, tugas kami justru memasuki fase yang paling fundamental: merawat fondasi.
Bekerja di Balik Layar: Amanah yang Tak Pernah Jeda
Meski tidak ada hari pemungutan suara dalam waktu dekat, mandat Undang-Undang Pemilu tetap tegak berdiri. Sesuai dengan Program Prioritas Nasional (PN) yang dipertegas dalam keputusan KPU RI no 775, fokus kami di Kabupaten Sukamara tetap tertuju pada dua pilar utama:
- Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB): Data pemilih adalah jantung demokrasi. Kami terus bergerak memastikan setiap warga negara yang baru memasuki usia pilih, yang pindah domisili, atau yang telah tiada, tercatat dengan akurat. Akurasi data hari ini adalah kunci keadilan pemilu di masa depan.
- Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan: Demokrasi tidak boleh hanya diingat setiap lima tahun. Kami terus menjangkau masyarakat, terutama pemilih pemula, untuk membangun kesadaran bahwa suara mereka adalah investasi bangsa, bukan sekadar angka di kertas suara.
Menanggapi Dinamika: Integritas di Tengah Wacana
Saat ini, ruang publik tengah hangat mendiskusikan berbagai wacana besar, mulai dari Putusan MK terkait pemisahan pemilu nasional dan daerah hingga diskursus sistem pemilu, yang terbaru adalah wacana "dikembalikannya" Mandat rakyat kepada para wakil rakyat untuk pemilihan kepala daerah. Sebagai penyelenggara, kami menyadari bahwa isu-isu ini dapat memengaruhi persepsi publik.
Posisi kami jelas: KPU bukan pemain dalam arena debat politik. Fokus utama kami adalah memperkuat rumah tangga internal melalui:
Penguatan Integritas dan Profesionalitas: Kami memandang kompetensi SDM sebagai harga mati. Setiap personel KPU harus siap menghadapi perubahan regulasi apa pun dengan kesiapan teknis yang mumpuni.
Melawan Hoaks dan Disinformasi: Di tengah derasnya arus informasi, kami hadir sebagai sumber informasi yang valid demi menjaga literasi politik masyarakat.
Kritik sebagai Vitamin: Kami tidak antikritik. Sebaliknya, setiap masukan dan kritik sehat dari masyarakat kami posisikan sebagai "vitamin" yang menguatkan imun organisasi agar tetap sehat dan transparan.
Komitmen Netralitas
Menjaga kepercayaan publik adalah tantangan terberat sekaligus pencapaian tertinggi bagi penyelenggara. Oleh karena itu, di tengah perdebatan publik mengenai desain pemilu mendatang, kami memilih untuk menjaga jarak yang sama dengan seluruh kepentingan politik. Netralitas bukan berarti tidak tahu, melainkan tahu kapan harus diam dan tetap fokus pada kerja-kerja teknis yang diamanahkan konstitusi.
Penutup
Menutup tahun 2025, kami selalu penyelenggara pemilu berkomitmen untuk tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan pemilih. Kami percaya bahwa pemilu yang berkualitas bukan hanya hasil dari proses satu hari di TPS, melainkan buah dari ketekunan kita merawat data dan memberikan edukasi setiap harinya.
Mari kita tatap tahun depan dengan optimisme, menjaga demokrasi tetap hidup dalam setiap kerja nyata yang kita lakukan.